Indonesia Road Safety Award Memilih Kota Peduli Keselamatan Lalu Lintas

irsa-2017

Tuntutan untuk berperilaku baik, bertanggung jawab, dan berpedoman pada etika berlaku di mana saja. Termasuk saat berkendara di jalan raya, perilaku yang baik mutlak dibutuhkan karena hal itu akan menjadi cermin sebuah kota yang berbudaya.

Pemahaman seperti itu yang diharapkan Adira Insurance dalam melaksanakan program corporate social responsibility (CSR). Maka, bersama majalah SWA, Adira menggagas program Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017. Sebuah apresiasi kepada pemerintah daerah yang memiliki kepedulian dan komitmen untuk menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya.

IRSA telah berlangsung sejak 2013. Bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat dan berbagai lembaga untuk menekan angka kecelakaan di Indonesia, IRSA telah mengalami beberapa pengembangan dalam meningkatkan kualitas dan pelaksanaan program. Termasuk, perubahan kategori yang sebelumnya terbagi berdasarkan jumlah penduduk menjadi berdasarkan kepadatan penduduk. Selain itu, survei kepuasan pengguna jalan dengan metode wawancara untuk menghasilkan hasil riset yang kualitatif sehingga penilaian semakin objektif dan komprehensif.

Penilaian pemenang IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat pada Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan, yakni Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management), Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road), Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle), Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User), serta Penanganan Pra dan Pasca-Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response).

Tercatat 120 kota dan kabupaten ikut dalam IRSA 2017. Dari 120 peserta, terdapat 94 kota/kabupaten melalui mekanisme pendaftaran dan 26 kota/kabupaten yang direkomendasikan oleh pakar road safety. Jumlah peserta tersebut mengalami kenaikan 145% dari total peserta sejak IRSA pertama kali diselenggarakan.

Terpilih 23 kota dan kabupaten yang masuk menjadi finalis IRSA 2017. Semua finalis dipilih berdasarkan data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting.

Tahun ini, IRSA mengusung tema Road Safety for Humanity. Tema ini menjadi salah satu atribut penilaian pada kategori Excellent City, yaitu fasilitas pejalan kaki untuk masyarakat serta penyandang disabilitas yang nyaman dan berkeselamatan.

“Kami sangat gembira melihat lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh pemerintah kota dan kabupaten setempat ketika mengikuti ajang IRSA ini,” ujar Julian Noor, CEO Adira Insurance. Menurutnya, semangat program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman.

Berikut ini para pemenang IRSA 2017 per kategori. Pertama, pemenang utama per kategori kota dan kabupaten adalah Kota Tangerang (Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi), Kota Semarang (Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah, Juara Umum), Kabupaten Pekalongan (Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi), Kabupaten Bangka (Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah), dan Kota Surabaya (Kategori Excellent City Indonesia Road Safety Award).

Kedua, pemenang penghargaan khusus, yaitu Kota Semarang (Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Jumlah Pengguna Angkutan Umum), Kota Bogor (Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki yang Berkeselamatan), Kota Semarang (Kota atau Kabupaten dengan Program Inovasi Terbaik dalam Upaya Meningkatkan Tata Kelola Keselamatan Jalan), dan Kota Surabaya (Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Menurunkan Rata-rata Angka Kecepatan Kendaraan).

Dalam sambutannya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Plaza Bapindo, Jakarta, mengharapkan ajang IRSA bukan sekadar menjadi penghargaan dan kompetisi yang sehat antardaerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagaimana kita berkebudayaan dan berperilaku yang akhirnya mendorong keselamatan lalu lintas yang setara dengan negara maju.

Menurut Bambang, keselamatan jalan merupakan salah satu program utama dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan target menurunkan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 50% dari posisi baseline tahun 2010. Target ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 4/2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020.

Jika diukur dari posisi baseline 2010, kinerja keselamatan jalan hingga 2016 berdasarkan tolok ukur tingkat fatalitas per 100 ribu penduduk dan tingkat fatalitas per 10 ribu kendaraan menunjukkan tren perbaikan dan masih selaras dalam rangka pencapaian target RPJMN 2015-2019 ataupun Inpres No. 4/2013. “Indikator keberhasilan lain adalah terus menurunnya proporsi jumlah korban kecelakaan meninggal dunia dan luka berat dari keseluruhan korban kecelakaan lalu lintas, yaitu dari 45% di 2010, menjadi 29% di 2016,” ujar Bambang.

Dengan penyelenggaraan ajang ini, pemenang IRSA diharapkan bisa menjadi role model dan inspirasi bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi.

Speak Your Mind

*