Pemenang Indonesia Road Safety Award 2016

award-441

Jumlah peserta Indonesia Road Safety Award atau IRSA naik 51% dibandingkan tahun lalu. Tak hanya itu, skor indeks keselamatan berkendara (road safety) di tahun ini naik menjadi 3,13 atau lebih tinggi dari skor tahun 2015 yaitu 3,00. Hal tersebut mengindikasikan pemerintah kota dan kabupaten gencar meningkatkan road safety. Siapa saja mereka?

Tidak terasa, PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) dan Majalah SWA telah menggelar Indonesia Road Safety Award (IRSA) untuk yang keempat kalinya sejak tahun 2013. Penyelenggaraan IRSA 2016 merupakan bagian dari upaya Adira Insurance mengampanyekan keselamatan di jalan (road safety) dengan mengusung tema “I Wanna Get Home Safely!” (IWGHS) yang dirintis sejak tahun 2010. IRSA 2016 ini merupakan apresiasi bagi para pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia yang telah menerapkan tata kelola keselamatan jalan dengan baik. Indra Baruna, Chief Executive Offi cer Adira Insurance mengemukakan tujuan penyelenggaraan IRSA bukan hanya sekedar ajang peng- hargaan, namun IRSA diselenggarakan sebagai evaluasi dari penerapan tata kelola keselamatan jalan di wilayahnya masing-masing.

“IRSA diharapkan dapat menginspirasi pemerintah kota dan kabupaten lainnya untuk meningkatkan tata kelola keselamatan yang semakin baik. Kami berharap masyarakat semakin sadar terhadap keselamatan berkendara di jalan raya,” jelas Indra.
Hal yang ditekankan Indra tersebut perlu digaris bawahi. Sebab, para pengguna jalan masih cenderung belum memprioritaskan prinsip keselamatan di jalan. Tak heran, berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan di Indonesia masih cukup tinggi. Tercatat terdapat 98.970 kecelakaan lalu lintas pada tahun 2015 lalu.
Korban kecelakaan terbanyak pada tahun 2015 adalah masyarakat dengan usia produktif. Mereka yang berada pada rentang usia ini umumnya merupakan para pencari nafkah sehingga kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan efek penurunan kesejahteraan bahkan kemiskinan bagi keluarga korban. Oleh karena itu, penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik menjadi faktor penting bagi pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut menarik perhatian para pemangku kepentingan di pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur jalan raya sehingga dapat menggugah masyarakat setempat untuk sadar akan pentingnya berkendaraan sesuai tata tertib berlalu-lintas.
Penganugerahaan IRSA sangat mendukung pemerintah daerah untuk membenahi tata kelola keselamatan jalan tersebut. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang meningkat pada tahun 2016 menjadi 110 pemerintah kota dan kabupaten atau naik 51% dibandingkan jumlah peserta IRSA di tahun lalu. Dari 110 peserta tersebut, terdapat 92 peserta kota/kabupaten yang mendaftar dan 18 kota/kabupaten yang direkomendasikan oleh para pakar road safety.
“Pelaksanaan IRSA selalu mengalami perkembangan dan perbaikan setiap tahunnya. IRSA 2016 kali ini diselenggarakan dengan berbagai perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Pada tahun 2016 ini, perbaikan-perbaikan yang dilakukan adalah menambah jumlah jalan untuk dilakukan observasi, meningkatkan kuota responden survei pejalan kaki, dan beberapa perbaikan lainnya dengan tujuan agar semakin objektif dan komperhensif dalam melakukan penilaian,” ujar Indra.

IRSA 2016 telah dilakukan melalui berbagai tahapan, yaitu:
1. Tahap Pendaftaran dimana peserta IRSA 2016 yang mendaftar adalah sebanyak 92 kota dan kabupaten melalui mekanisme pendaftaran serta 18 kota dan kabupaten yang direkomendasikan oleh pakar road safety. Sehingga, total kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2016 adalah sebanyak 110 kota dan kabupaten. Jumlah pendaftar tersebut mengalami kenaikan 51% dari total peserta IRSA tahun 2015.
2. Tahap shortlisting. Dari 110 peserta IRSA 2015 tersebut, dipilih 17 kota dan kabupaten yang menjadi fi nalis IRSA 2016. Tujuh belas fi nalis tersebut terpilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, jumlah kendaraan, jumlah kecelakaan, panjang jalan, jumlah fatalitas, dan data pendukung lainnya. Pemilihan fi nalis tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh para pakar road safety dan stakeholders keselamatan jalan.
3. Tahap survei dan observasi lapangan yang digunakan sebagai salah satu parameter penilaian terhadap 17 fi nalis untuk menjadi pemenang IRSA 2016 dan bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 17 kota dan kabupaten fi nalis IRSA 2016.
4. Tahap penjurian yang merupakan tahap penilaian terakhir dari IRSA 2016. Pada tahap ini, para fi nalis diundang untuk melakukan presentasi mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluasi kebijakan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan. Proses penjurian IRSA merupakan pelengkap proses survei dan observasi. Dengan diadakannya tahap penjurian ini, maka penilaian IRSA menjadi lebih komperhensif dan lengkap.
Penilaian IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat dalam Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang terdiri dari:
Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Cash Response)

Finalis IRSA 2016 terbagi menjadi empat kategori yaitu :
1. Kategori kota dengan jumlah penduduk di atas 1 juta jiwa terdiri dari Kota Tangerang Selatan, Kota Jakarta Pusat, Kota Bogor, Kota Semarang, dan Kota Surabaya.
2. Kategori kota dengan jumlah penduduk di bawah 1 juta jiwa terdiri dari Kota Balikpapan, Kota Jambi, Kota Padang, dan Kota Denpasar.
3. Kategori kabupaten dengan jumlah penduduk di atas 1 juta jiwa terdiri dari Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Cirebon.
4. Kategori kabupaten dengan jumlah penduduk di bawah 1 juta jiwa terdiri dari Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Bangka.

Proses seleksi dan penilaian IRSA dilakukan oleh stakeholder keselamatan jalan perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, Global Road Safety Partnership, Masyarakat Transportasi Indonesia, dan para pakar road safety lainnya.
Dalam penyelenggaraan IRSA, Adira Insurance juga menyelenggarakan sesi diskusi (sharing session) sebagai forum bertukar gagasan antar pemerintah kota dan kabupaten yang menjadi fi nalis IRSA 2016. Wadah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerapan tata kelola yang baik di kota dan kabupaten setempat serta untuk menyalurkan aspirasi bagi pemerintah pusat.
Sharing session tersebut mengangkat tiga topik yaitu Penanganan Pelanggaran Pengendara Bawah Umur dan Melawan Arah, Penanganan Parkir dan Kegiatan Usaha Tepi Jalan (PKU), serta Meningkatkan Kelayakan Angkutan Umum untuk Menurunkan Tingkat Kecelakaan dan Fatalitasnya. Kegiatan Sharing Session tersebut diharapkan menjadi acuan untuk ditiru oleh pemerintah kota dan kabupaten lainnya dalam menerapkan manajemen keselamatan jalan.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi Adira Insurance yang secara konsisten mengadakan IRSA sejak tahun 2013. “Saya berharap kegiatan ini menjadi motor penggerak bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama sama menerapkan tata kelola keselamatan jalan dengan baik demi keselamatan masyarakat Indonesia,” ucap Budi.
Mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Budi menyebutkan angka kematian tertinggi yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas itu melibatkan pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor. Untuk itu, Kementerian Perhubungan menghimbau kepada para pemangku kepentingan di pemerintah kota dan kabupaten untuk menginisiasi aneka kegiatan tertib berlalu lintas ini kepada masyarakat, khususnya penduduk berusia produktif. “Menurut data statistik, penduduk usia produktif adalah penduduk terbanyak yang mengalami kecelakaan lalu-lintas,” ujar Budi pada acara penghargaan IRSA 2016 di Hotel JW Marriot, Jakarta, pada Selasa (6/12/2016).

PEMENANG IRSA 2016

Kota berpenduduk > 1 juta jiwa
Pemenang Utama : Kota Surabaya
Pemenang Safer Management : Kota Surabaya
Pemenang Safer Road : Kota Surabaya
Pemenang Safer Vehicle : Kota Surabaya
Pemenang Safer User : Kota Surabaya
Pemenang Pre & Post-Crash Response : Kota Surabaya

Kota Berpenduduk < 1 Juta Jiwa Pemenang Utama : Kota Balikpapan Pemenang Safer Management : Kota Balikpapan Pemenang Safer Road : Kota Balikpapan Pemenang Safer Vehicle : Kota Balikpapan Pemenang Safer User : Kota Balikpapan Pemenang Pre & Post-Crash Response : Kota Balikpapan Kabupaten Berpenduduk > 1 Juta Jiwa
Pemenang Utama : Kabupaten Jepara
Pemenang Safer Management : Kabupaten Jepara
Pemenang Safer Road : Kabupaten Jepara
Pemenang Safer Vehicle : Kabupaten Jepara
Pemenang Safer User : Kabupaten Jepara
Pemenang Pre & Post-Crash Response : Kabupaten Cirebon

Kabupaten Berpenduduk < 1 Juta Jiwa
Pemenang Utama : Kabupaten Pekalongan
Pemenang Safer Management : Kabupaten Pekalongan
Pemenang Safer Road : Kabupaten Gunung Kidul
Pemenang Safer Vehicle : Kabupaten Pekalongan
Pemenang Safer User : Kabupaten Pekalongan
Pemenang Pre & Post-Crash Response : Kabupaten Gunung Kidul

Kategori Khusus
Peningkatan Indeks Keselamatan Jalan Terbaik : Kota Tangerang Selatan
Inovasi Program Keselamatan Jalan Terbaik : Kabupaten Jepara
Upaya Meningkatkan Jumlah Pengguna Angkutan Umum : Kota Semarang
Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki yang Berkeselamatan: Kota Jakarta Pusat

Speak Your Mind

*