Survei dan Observasi

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Survei tahun ini dilaksanakan di 16 kota terpilih dimana kategorinya dibagi menjadi

  1. Kategori Kota dengan penduduk di atas satu juta penduduk
  2. Kategori Kota dengan penduduk di bawah satu juta penduduk
  3. Kategori Kabupaten dengan penduduk di atas satu juta penduduk
  4. Kategori Kabupaten dengan penduduk di bawah satu juta penduduk

.  Sampling dilakukan dengan metode quota sampling; yaitu 1600 responden untuk semua Kabupaten/Kota, masing-masing kota diwakili oleh 100 responden.  Responden adalah pengguna jalan yang terdiri dari

  • ± 40% pengguna motor,
  • 30% pengguna mobil,
  • 20% pengguna transportasi umum dan
  • 10% pejalan kaki.

Setiap kota dipilih 4-5 kecamatan, setiap kecamatan dipilih dua kelurahan dan setiap kelurahan dipilih 2 RW.

Survei dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan para pengguna jalan terhadap kondisi keselamatan jalan raya di setiap kota terpilih. Aspek keselamatan jalan raya yang dinilai mengacu pada 5 pilar road safety  yang telah diadopsi oleh banyak negara di dunia; yaitu safer management, safer road, safer vehicle, safer user dan post-crash reponse.

Hasil penilaian responden kemudian akan digunakan untuk membuat indeks  kepuasan terhadap kondisi keselamatan jalan raya dari 16 Kabupaten/Kota yang disurvei. Indeks-indeks dari 16 kota tersebut  kemudian diperingkat dan dipilih top 12 Kabupaten/Kota dengan nilai indeks tertinggi.  Top 12 Kabupaten/Kota dengan indeks tertinggi tersebut yang selanjutnya akan diundang untuk mengikuti tahapan penilaian selanjutnya, yaitu sesi  penialain penjurian.