Finalis IRSA Menjadi Acuan Keberhasilan Melaksanakan Manajemen Keselamatan Jalan

INDRA BARUNA

INDRA BARUNA

Finalis Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016 merupakan contoh keberhasilan dalam melaksanakan manajemen keselamatan. Pemerintah kota dan kabupaten lainnya diharapkan mencontoh keberhasilan yang ditorehkan para fi nalis IRSA. “Dari acara ini, pemerintah daerah lainnya bisa mengambil pelajaran dari pemerintah kota dan kabupaten yang sudah menerapkan dengan baik praktik-praktik pengelolaan manajemen keselamatan di jalan,” ujar Indra Baruna, Chief Executive Offi cer PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Untuk mengetahui lebih lanjut pencapaian fi nalis IRSA tahun ini, berikut petikan wawancara Indra:

Apa visi dan misi Adira Insurance menyelenggarakan IRSA?
Kami ingin menularkan virus keselamatan di jalan secara nasional. Selain itu, kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan berkendara di jalan karena kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh nomor tiga di dunia.

Apa perbedaan IRSA tahun ini dengan IRSA 2015?
Perbedaan IRSA tahun ini yaitu dari sisi survei yang semakin mantap karena kami mempunyai sample responden yang semakin banyak. Jumlah sample yang semakin banyak tentu hasilnya akan lebih valid. Selain itu, terdapat perubahan dari sisi pembobotan penilaian yaitu berdasarkan hubungan antar lembaga yang kami peroleh dari masukan peserta. Di tahun sebelumnya, hubungan antar lembaga tidak terlalu mendapatkan bobot yang tinggi, tetapi tahun ini bobotnya cukup tinggi. Hubungan antar lembaga yang menghidupkan forum lalu lintas juga penting. Oleh karena itu, forum lalu lintas ini merupakan sinergi yang bagus antar para pemangku kepentingan.

Apa manfaat yang diperoleh pemerintah kota dan kabupaten saat mengikuti IRSA 2016?
Manfaatnya agar daerah yang tingkat kecelakaannya masih tinggi bisa mencontoh dari kota-kota lain yang sudah berhasil menekan angka kecelakaan. Dari acara ini, pemerintah daerah bisa mengambil pelajaran dari pemerintah kota dan kabupaten yang sudah menerapkan dengan baik praktik-praktik pengelolaan manajemen keselamatan di jalan sehingga kota-kota lain bisa meniru dan mampu mengurangi angka kecelakaan. Kota dan kabupaten yang mengikuti IRSA memperoleh feedback melalui survei kepuasan penggunaan jalan. Selain itu, IRSA berupaya mendorong fi nalis untuk terus giat bekerja keras menerapkan program-program keselamatan jalan di daerahnya sehingga menjadi role model bagi kota atau kabupaten lainnya di seluruh Indonesia.

Bagaimana Anda melihat koordinasi antar lembaga?
Dari presentasi para fi nalis, saat ini mereka rutin mengadakan forum lalu-lintas. Mereka melakukannya dalam kurun waktu sebulan sekali, mingguan, atau tergantung dari masalah- masalah yang dihadapi setiap daerah. Pertemuan itu wajib dan masih banyak hal-hal yang bisa disempurnakan kedepannya.
Di ajang ini, semua peserta bisa saling mencermati hal yang baik untuk diterapkan sehingga diharapkan standarnya akan terus meningkat ke depannya. Selain itu, kami juga memonitor indeks peserta dari tahun ke tahun. Misalnya, jika terdapat pemenang namun indeksnya turun, berarti terdapat aspek-aspek manajemen keselamatan yang berkurang. Bila kami melihat dari peserta IRSA setiap tahunnya, terdapat peningkatan indeks. Kami harapkan setiap tahun indeksnya semakin tinggi dan fatalitas serta angka kecelakaannya menurun di masa depan.

Apa pengamatan Anda mengenai inovasi fi nalis?
Menurut saya bagus, ada game lalu lintas dan jumlah pengunduhnya juga semakin banyak. Hal ini sangat baik untuk mengedukasi anak-anak mengenai keselamatan berkendara sejak dini. Selain itu, inovasi lainnya yaitu dengan menyediakan park and ride, electronic parking system, dan berbagai inovasi lainnya.

Apa harapan Bapak ke depan dari kegiatan IRSA ini?
Harapan saya bisa semakin bagus karena di tahun 2020 Presiden Joko Widodo mencanangkan zero accident. Semoga sinergi antar berbagai pihak dapat terus terjaga dan terjalin dengan baik sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat terus berupaya untuk menjaga keselamatan di jalan dan angka kecelakaan dapat semakin menurun.

Speak Your Mind

*